Komik Islami Renungan Ramadhan

Ramadan telah habis separuh, sudah di titik mana kita sekarang?

Tak mengapa. Masih ada separuh lagi tersisa. Mari memuhasabah diri, menginsyafi berbagai kekurangan dan kealpaan selama setengah bulan ini, dan habiskan sisa separuh bulan ke depan—mudah-mudahan Allah masih beri kita waktu—untuk menambah yang kurang, dan menyempurnakan yang sudah baik.

Semoga Allah lindungi kita, semoga Allah karuniakan hidayah untuk kita.

Kisah Ali Mengislamkan Orang Kafir

 Saat menjadi khalifah, keadilan benar-benar tersebar. Bahkan tak hanya kaum muslimin yang merasakan, orang-orang non muslim juga merasakan keadilan tersebut.

Pada saat Ali berada di Sifin, baju besi beliau diambil orang. Ternyata baju besi itu dibawa oleh seorang Nasrani. Lalu Ali mengajaknya mendatangi seorang hakim, untuk memutuskan kepemilikan baju besi tersebut. Hakim tersebut adalah utusan Ali untuk bertugas di daerah tersebut. Namanya Syuraih. Di hadapan sang hakim, orang Nasrani tetap tidak mengaku kalau baju besi itu milik Ali. “Baju besi ini milikku. Amirul Mukminin sedang berdusta”. Lalu Syuraih bertanya kepada Ali radhiyallahu’anhu, “Apakah Anda memiliki bukti ya Amirul Mukminin?” Ali pun tertawa senang, melihat sikap objektif yang dilakukan hakim ,”Kamu benar ya Syuraih. Saya tidak ada bukti.” kata Khalifah Ali radhiyallahu’anhu.

Akhirnya hakim memutuskan baju besi tersebut milik orang Nasrani. Sidang pun usai. Setelah berjalan beberapa langkah, si Nasrani tadi berkata kepada Ali radhiyallahu’anhu, “Aku menyaksikan bahwa hukum yang ditegakkan ini adalah hukumnya para nabi. Seorang Amirul Mukminin (penguasa kaum mukmin), membawaku ke hakim utusannya. Lalu hakim tersebut memenangkanku! Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Dan baju besi ini, sejujurnya, milik Anda wahai amirul mukminin.” Lalu Ali meng-hibahkan baju tersebut untuknya (Tahdzib Bidayah wan Nihayah: 3: 281-282). Demikian sekelumit tentang kepribadian amirul mukminin; Ali bin Abi Thalib ketika dalam masa kepemimpinan beliau. Semoga menjadi pelajaran untuk kita bersama.

____

17 Ramadhan

Nuzulul Qur’an, Malam 17 Ramadhan 1441H

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sahabat, malam ini tepat malam ke-17 Ramadhan yang artinya malam ini adalah malam Nuzul Qur’an.
_____
.
Malam Nuzulul Quran merupakan malam turunnya Al Quran ke bumi pertama kalinya. Setidaknya ada 3 amalan yang dapat kita kerjakan dimalam yang penuh berkah nanti :
1. Perbanyak Membaca Al-Quran.
2. Tawassul pada Sahabat yang Gugur Diperang Badar, dengan membaca Shalawat Badar.
3. Memperbanyak Do’a kepada Allah dengan pintu-pintu langit yang sedang terbuka.
____

Komik Islami Hujan

Kita itu sering sekali berkeluh kesah ketika hujan.

Bahkan terkadang mencela, menggerutu.

Sampai sangat niat berdoa agar tidak turun hujan.

Marah.. ketika hajat terhalang karena hujan.

اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا .

Allaahumma shoyyiban naafi’an.

Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat (untuk manusia, tanaman dan binatang). HR. Bukhari no. 985.
.
“Dan di antara tanda-tanda-Nya (ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
.
(QS. Fushshilat [41] : 39).

Komik Islami Puasa Tapi Tak Sholat

Kapan lagi dapet kesempatan diundang ke hajatan gede kayak gini?! pesta rakyat cuy! acaranya aja 1 bulan full! Kita dikasih kenikmatan berlipat-lipat, apapun ibadah yang dilakuin! Sedap!
.
Ayo Sikat brader n sister! Karena bisa jadi taun depan kita gak diundang lagi. Oh iya, semoga kita menang doorprize juga di akhir bulan, jangan sampai deh jadi orang yang rugi karena gak dapet apa-apa selama di dalem sini. .

Mencium Istri Saat Puasa

Bercumbu dengan istri saat puasa?

Dari Jabir bin ‘Abdillah, dari ‘Umar bin Al Khaththab, beliau berkata, “Pada suatu hari aku rindu dan hasratku muncul kemudian aku mencium istriku padahal aku sedang berpuasa, maka aku mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan aku berkata, “Hari ini aku melakukan suatu kesalahan besar, aku telah mencium istriku padahal sedang berpuasa” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Bagaimana pendapatmu jika kamu berpuasa kemudian berkumur-kumur?” Aku menjawab, “Seperti itu tidak mengapa.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lalu apa masalahnya?” (HR. Ahmad 1: 21. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)

Ulama Al Lajnah Ad Daimah pernah ditanya, “Jika ada yang mencumbu istrinya di siang hari bulan Ramadhan tanpa bersetubuh, namun keluar mani di luar, bagaimana hukum dalam masalah tersebut?” Jawab para ulama di Komisi Fatwa tersebut, “Jika mencumbu istri tanpa adanya jima’ (hubungan intim) ketika dalam keadaan berpuasa Ramadhan, namun keluar mani, maka puasanya batal. Lalu saat itu yang melakukannya mesti menahan diri dari berbagai pembatal puasa hingga tenggelam matahari, kemudian puasa hari tersebut diganti dan banyaklah memohon ampun pada Allah karena kesalahan tersebut. Namun kesalahan ini tidak dikenai kewajiban kafarah (tebusan). Seharusnya yang menjalani puasa benar-benar menjaga diri dari hal-hal yang dapat membatalkan dan merusak puasanya. Orang yang berpuasa mesti meninggalkan berbagai syahwat, makanan dan minuman karena Allah sebagaimana hal ini disebutkan dalam hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Bacaan Islami Lainnnya:

– Komik Pahlawan Islam Anas bin Nadhar
– Komik Mantan Napi Berulah Lagi
– Bantuan Dari Allah Saat Kesulitan
– 3 Hal Yang Dilakukan Saat Bangun Untuk Sahur
– Kenapa Dia Begitu Cinta Al-Qur’an

– Hindari Berkata Kotor
– Perang Melawan Hawa Nafsu
– Jangan Mencari Keburukan Orang
– Komik Islami Tentang Cinta
– Jomblo Halu Kepengen Punya Istri

– Komik Islami Pakai Yang Kanan
– Komik Islami Simple
– Jangan Benci Muslimah Bercadar
– Waspada 3 Pintu Menuju Neraka
– Kalau Sholat Jangan Lari Larian

– Perlunya Kerjasama Dalam Rumah Tangga
– Baju Koko Vs Jersey – Komik Islami
– Dunia Hanya Sementara
– Komik Islami Bahasa Inggris
– Komik Islami Tarawih Surat Pendek

– Kisah Pendek Khutbah Jum’at
– Menunggu Punahnya Corona
– Komik Pendek Islami
– Jangan Pernah Menunda Ibadah
– Komik Islami Hitam Putih

– Parno Karena Batuk Corona
– Komik Islami Doa Pejuang Nafkah
– Komik Islami Muslimah Memanah Dan Tahajud
– Komik Islami Hidup Bahagia
– Komik Islami Nasehat Dan Renungan
– Sejarah Masuknya Islam Ke Indonesia Yang Sebenarnya

Selamat Membaca.. Bantu Kami Dengan Donasi.. Dengan Kontak Businessfwj@gmail.com

Bahaya Bicara Tanpa Ilmu

BAHAYA BICARA TANPA ILMU
.
Allah Ta’ala berfirman:

وَلاَ تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلاَلٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُوا عَلَى اللهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللهِ الْكَذِبَ لاَ يُفْلِحُونَ
.
“Dan janganlah kamu mengatakan terhadapa apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta ‘ini halal dan ini haram’, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.” (QS. An-Nahl: 116)

Syeikh Abdul Aziz bin Abdulloh bin Baaz rohimahullahu berkata: “Berbicara tentang Allah tanpa ilmu termasuk perkara terbesar yang diharamkan oleh Allah, bahkan hal itu disebutkan lebih tinggi daripada kedudukan syirik. Karena di dalam ayat tersebut Alloh mengurutkan perkara-perkara yang diharamkan mulai yang paling rendah sampai yang paling tinggi.

Dan berbicara tentang Alloh tanpa ilmu meliputi: berbicara (tanpa ilmu) tentang hukum-hukumNya, syari’atNya, dan agamaNya. Termasuk berbicara tentang nama-namaNya dan sifat-sifatNya, yang hal ini lebih besar daripada berbicara (tanpa ilmu) tentang syari’atNya, dan agamaNya.” [Catatan kaki kitab At-Tanbihat Al-Lathifah ‘Ala Ma Ihtawat ‘alaihi Al-‘aqidah Al-Wasithiyah, hal: 34, tahqiq Syeikh Ali bin Hasan, penerbit:Dar Ibnil Qayyim]
.
Wallahu ta’ala a’lam.

Berbaik Sangka Pada Allah

H.U.S.N.U.D.Z.O.N.
.
.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya dihabiskan untuk apa, tentang ilmunya bagaimana mengamalkannya, tentang hartanya; diperoleh dari mana dan dibelanjakan ke mana, serta tentang tubuhnya digunakan untuk apa.” (HR. Tirmidzi).
.
.
Kata Rasul, harta termasuk perhiasan dunia. Di tangan orang shalih, harta bisa menjadi sarana mendekatkan diri pada Allah Ta’ala. Tapi, di tangan orang fasik, harta justru berpotensi memberatkan dirinya kelak di pengadilan Allah Ta’ala. .
.
Maka, ketika ada orang fasik, bahkan kafir, tetapi ia bergelimang manisnya dunia, tak usah iri apalagi gundah gulana. Bisa jadi, itu istidraj buat mereka. Allah sedang mengumbar dan membikin mereka melambung angan-angan dan hawa nafsunya. Sampai ketika tiba waktunya, mata mereka akan terbelalak dan ternganga tatkala mengetahui bahwa manisnya dunia itu ternyata menjerat mereka di pengadilan Allah Ta’ala.
.
.
Sebaliknya, ketika ada orang yang tampak khusyuk dan begitu tertib menjaga diri dari dosa, tapi hidupnya begitu-begitu saja, bahkan fakir tanpa jeda, mungkin itu wujud kasih sayang Allah Ta’ala untuk dia. Dengan minimnya  dunia yang melekat pada orang itu, Allah ingin meringankan dan memudahkan hisabnya kelak di hari pembalasan, yang setiap amal makhluk tak akan luput dari perhitungan-Nya.
Design a site like this with WordPress.com
Get started