Kenapa Dinamakan Hari Jumat

Telah menceritakan kepada kami Hasyim telah menceritakan kepada kami Al Faraj bin Fadhalah berkata; telah menceritakan kepada kami Ali bin Abi Thalhah dari Abu Hurairah, dia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya; “kenapa dinamakan hari jum’at?” maka beliau bersabda: “Karena pada hari itu tanah yang ayahmu Adam dicipta darinya dicetak, pada hari itu akan terjadi kiamat dan dibangitkannya manusia, pada hari itu juga terdapat kedahsyatan pembalasan, dan di akhir dari tiga waktu dihari itu ada satu waktu yang barangsiapa berdoa di dalamnya kepada Allah ‘azza wajalla maka Allah akan mengabulkannya.”
HR. Ahmad

Jangan Melihat Paha

Telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Adam berkata, telah menceritakan kepada kami Rauh bin Ubadah dari Ibnu Juraij dari Habib bin Abu Tsabit dari Ashim bin Dlamrah dari Ali ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku: “Jangan engkau perlihatkan pahamu, dan janganlah engkau lihat paha orang yang masih hidup atau yang telah meninggal. “
HR. Ibnu Majah

Pahala Untuk Menutup Aib Mayat

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrahman Al Muharibi berkata, telah menceritakan kepada kami ‘Abbad bin Katsir dari Amru bin Khalid dari Habib bin Abu Tsabit dari ‘Ashim bin Dlamrah dari Ali ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa memandikan mayit, mengafani, memberinya minyak, memanggul dan menshalatkannya, dan ia tidak menyebarkan apa yang dilihatnya, maka semua dosanya akan keluar sebagaimana hari ia dilahirkan oleh ibunya. ”
HR. Ibnu Majah

Sihir Dalam Kata Kata Yang Indah

Telah menceritakan kepada kami Abu Amir Abdul Malik bin Amr, telah menceritakan kepada kami Zuhair dari Zaid bin Aslam, saya mendengar Ibnu Umar berkata, dua orang laki-laki datang dari sebelah timur, keduanya adalah khatib dijaman Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. Dua orang laki-laki itu berdiri kemudian menyampaikan pidato, lalu duduk kembali. Kemudian Tsabit bin Qais -Khathib Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam- tampil, berpidato, kemudian duduk kembali. Orang-orang menjadi terkesima terhadap pidato mereka. Nabi Shallallahu’alaihi wasallam kontan berdiri dan bersabda: “Wahai sekalian manusia, berbicaralah yang sewajarnya saja, sesungguhya pembicaraan yang berbelit-belit dari setan.” Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya diantara lafadz yang indah terdapat apa yang disebut sihir.”
HR. Ahmad

Tidak Boleh Menghina Sesama Muslim

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Dawud bin Qois dari Abu Sa’id dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Seorang muslim itu saudara bagi muslim lainnya, tidak menzhalimi, tidak menelantarkan dan tidak menghinanya. Cukuplah seorang muslim itu dikatakan buruk bila ia menghina saudaranya sesama muslim.”
HR. Ahmad

Larangan Serakah

Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb dan Muhammad bin Al Mutsanna keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Sufyan dari Jabalah bin Suhaim dia berkata; ‘Aku mendengar Ibnu Umar berkata; ‘Rasulullah Shallallah ‘Alaihi Wa Sallam melarang seseorang mengambil dua butir kurma sekaligus kecuali setelah mendapat idzin dari teman-temannya.’
HR. Muslim

Berbuka Dengan Kurma Atau Air

Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Abdurrahim bin Sulaiman dan Muhammad bin Fudlail. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudlail dari Ashim Al Ahwal dari Hafshah binti Sirin dari Ar Rabab Ummu Ar Ra`ih binti Shulai’ dari pamannya Salman bin Amir ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian berbuka hendaklah berbuka dengan kurma, jika tidak mendapatkannya hendaklah dengan air, sebab ia suci mensucikan. “
HR. Ibnu Majah

Larangan Menuduh Zina Budak

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Numair telah menceritakan kepada kami Ayahku telah menceritakan kepada kami Fudlail bin Ghazwan dia berkata; aku mendengar Abdurrahman bin Abu Nu’m telah menceritakan kepadaku Abu Hurairah dia berkata, “Abu Qasim shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: “Barangsiapa menuduh seorang budak berbuat zina, maka dia akan dikenakan had (hukuman setimpal) pada hari Kiamat, kecuali jika tuduhannya benar.” Dan telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami Waki’. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Yusuf Al Azraq keduanya dari Fudlail bi Ghazwan dengan sanad ini. Dan dalam hadits keduanya disebutkan, “Aku pernah mendengar Abu Qasim shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu Nabi yang menyukai taubat.”
HR. Muslim
Design a site like this with WordPress.com
Get started