Larangan Anjing, Pezina, Dan Dukun

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Ibnu Syihab dari Abu Bakar bin ‘Abdurrahman dari Abu Mas’ud Al Anshariy radliallahu ‘anhu bahwa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang uang hasil jual beli anjing, mahar seorang pezina dan upah bayaran dukun.
Hadits Bukhari

Menyempurnakan Sujud

Telah menceritakan kepada kami Muhriz bin ‘Aun bin Abi ‘Aun telah menceritakan kepada kami Khalaf bin Khalifah al-Asyja’i Abu Ahmad dari al-Walid bin Sari’ maula Alu Amru bin Huraits dari Amru bin Huraits dia berkata, “Saya shalat shubuh di belakang Nabi Shallallahu’alaihiwasallam, lalu saya mendengarnya membaca, ‘Falaa Uqsimu bi al-Khunnas al-Jawar al-Kunnas, ‘ (QS. Attakwir), dan dahulu tidak seorang pun dari kami memelengkungkan punggungnya hingga menyempurnakan sujudnya.”
HR. Muslim

Selalu Patuh Pada Sunnah Nabi

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah berkata; telah menceritakan kepada kami Syarik dari Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah ia berkata;
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apa yang aku perintahkan maka ambillah, dan apa yang aku larang maka tinggalkanlah.”
(HR. Abu Daud)
 

Panasnya Api Neraka Jahanam

Panasnya Api Neraka Jahanam
Yuk Bertobat, jika panasnya api dunia saja bisa menyiksa mahkluk didunia. Maka akan sangat lebih pedih lagi panasnya api neraka jahanam. Gamau kan disiksa di neraka jahanam jutaan tahun lamanya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Api kalian (di dunia ini) merupakan bagian dari tujuh puluh bagian api neraka jahannam”. Ditanyakan kepada Beliau; “Wahai Rasulullah, satu bagian itu saja sudah cukup (untuk menyiksa pelaku maksiat)?” Beliau bersabda: “Ditambahkan atasnya dengan enam puluh sembilan kali lipat yang sama panasnya”.
(HR. Bukhari)

Hamparan Permadani Surga

Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami Risydin bin Sa’ad dari Amru bin Al Harits dari Darraj Abu As Samah dari Abu Al Haitsam dari Abu Sa’id dari nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam tentang firman Allah: “Dan hamparan-hamparan (permadani-permadani) yang ditinggikan.” (QS. Alwaqi’ah 64), Beliau bersabda: “Tingginya sama seperti antara langit dan bumi, perjalanan limaratus tahun.” Berkata Abu Isa: Hadits ini gharib, kami hanya mengetahuinya dari hadits Risydin bin Sa’ad. Sebagaian ahlul ilmi berkata tentang penafsiran hadits ini, maknanya tingkatan hamparan-hamparan dan jarak masing-masing tingkatan itu seperti antara langit dan bumi.
HR. Tirmidzi

Barisan 120 Penghuni Surga

Telah menceritakan kepada kami Husain bin Yazid Ath Thahhan Al Kufi telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudlail dari Dlirar bin Murrah dari Muharib bin Ditsar dari Ibnu Buraidah dari ayahnya berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Penghuni surga itu sebanyak seratus duapuluh baris, delapan puluh diantaranya dari ummat ini dan empatpuluhnya dari seluruh ummat.” Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan. Hadits ini diriwayatkan dari ‘Alqamah bin Murtsid dari Sulaiman bin Buraidah dari nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam secara mursal. Diantara mereka ada yang berkata: Dari Sulaiman bin Buraidah dari ayahnya dan hadits Abu Sinan bin Ditsar adalah hadits hasan, namanya Dlirar bin Murrah dan Abu Sinan Asy Syaibani namanya Sa’id bin Sinan, ia orang Bashrah, Abu Sinan Asy Syami namanya ‘Isa bin Sinan adalah orang Qasmali.
HR. Tirmidzi

Umur Penghuni Surga Sekitar 30 – 33 Tahun

Telah menceritakan kepada kami Abu Hurairah Muhammad bin Firas Al Bashri telah menceritakan kepada kami Abu Dawud telah menceritakan kepada kami ‘Imran Abu Al ‘Awwam dari Qatadah dari Syahr bin Hausyab dari Abdurrahman bin Ghanm dari Mu’adz bin Jabal nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Penghuni surga masuk surga dalam keadaan tidak berbulu, tidak berjenggot, mengenakan calak mata, berumur tigapuluh atau tigapuluh tiga tahun.” Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan gharib dan sebagian sahabat Qatadah meriwayatkan hadits ini dari Qatadah secara mursal, mereka tidak menyandarkannya.
HR. Tirmidzi

Mengharap Pahala Dari Menafkahi

Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Basysyar dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Muhammad dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari ‘Adi bin Tsabit dia berkata; Aku mendengar ‘Abdullah bin Yazid Al Anshari menceritakan dari Abu Mas’ud dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Jika seseorang memberikan nafkah kepada keluarganya dan ia mengharapkan pahalanya, hal itu adalah sedekah baginya.”
HR. Nasa’i

Beribadah Pada 10 Hari Terakhir Ramadhan

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dan Abu Kamil Al Jahdari keduanya dari Abdul Wahid bin Ziyad – Qutaibah berkata- Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid dari Al Hasan bin Ubaidullah ia berkata, saya mendengar Ibrahim berkata; saya mendengar Al Aswad bin Yazid berkata, Aisyah berkata; “Pada sepuluh terakhir bulan Ramadlan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lebih giat beribadah melebihi hari-hari selainnya.”
HR. Muslim
Design a site like this with WordPress.com
Get started